Waktu memang terus berjalan, jarum jam terus berputar, masa terus berganti, berjalan sebagaimana jalannya awan, tidak ada yang mampu menghentikan waktu sebelum datang yaumul mi'at hari yang telah dijanjikan dimana pada hari itu semua akan binasa, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan seluruh yang ada di dunia ini baik di bumi dan langit.
Memang banyak orang yang mengetahui waktu tapi tidak bisa menghargai waktu tersebut, tidak bisa menggunakan waktunya dengan efektif, seandainya semua manusia sadar akan mahalnya waktu pasti tidak akan ada manusia rela tidur di siang hari, duduk bersantai di kafe sambil minum kopi, ngobrol santai ngangkreng di warung-warung. semua pasti akan sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi dengan kita -pelajar/ mahasiswa di Universitas- apakah pantas kita menghambur-hambur waktu kita hanya untuk pekerjaan yang kurang bermanfaat.
Masihkah kita ingat hadist Rasullah swt yang artinya kurang lebih sedemikian, "Ingatlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara, yaitu: hidupmu sebelum matimu, masa mudamu sebelum masa tuamu, masa senggangmu sebelum masa sibukmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu dan masa kayamu sebelum miskinmu". So, pernahkah terpikir oleh kita, untuk apa waktu-waktu yang jalani? sudahkah kita menggunakan waktu kita sebaik mungkin? dan lain sebagainya.
"al waqtu as syaab huwa fatratun zamaniah dzahabiah" waktu muda adalah waktu keemasan untuk mempersiapkan masa selanjutnya. Jadi sebagaimana disinggung dalam hadist diatas, bahwa masa muda tidak akan kembali, so jangan sia-siakan masa mudamu. Apabila kita ingin mengetahui betapa berharganya waktu setahun, tanyakan kepada murid yang tidak naik kelas, betapa ia menyesal karena ia tidak lagi bersama kawan-kawannya yang sekarang lebih tinggi satu level darinya. Tanyakan kepada orang yang tertinggal pesawat, bagaimana ia menyesal karena pesawat yang ia pesan sudah terbang.
Penyesalan memang selalu datang di akhir, tidak akan ada penyesalan di permulaan. Apabila waktu sudah berlalu maka tidak bisa kita ulangi kembali. Waktumu adalah hidupmu. Sebenarnya manusia sudah diperingatkan bahwa ajal akan menjemputnya, yaitu: Setiap hari umur kita akan berkurang, kulitmu semakin mengeriput, rambutmu semakin memutih, pandanganmu semakin kabur dan pendengaranmu semakin tidak jelas, itulah petanda bahwa usiamu sudah bau tanah. Lantas apa yang akan kita perbuat apabila waktu sudah berlalu, hanya penyesalan yang ada.
Masa muda adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa tua. Seluruh orang tua pasti pernah mengalami masa muda, akan tetapi banyak dari mereka yang tidak memanfaatkan masa mudanya dengan efektif sehingga penyesalanlah yang terjadi. Masa muda adalah masa keemasan seseorang, apapun yang ia inginkan bisa dilaksanakan. Seandainya kita mampu meluangkan sedikit waktu kita untuk membaca, 1 jam saja untuk setiap hari, niscaya kita akan kaya ilmu. Kaya ilmu lebih mulia dari pada kaya harta, karena dengan ilmu kita bisa memperoleh harta, tapi dengan harta belum tentu kita mendapat ilmu. Maka gunakanlah waktumu seefesien mungkin, karena orang pintar adalah orang yang mampu menghargai waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi umat islam umumnya.
Memang banyak orang yang mengetahui waktu tapi tidak bisa menghargai waktu tersebut, tidak bisa menggunakan waktunya dengan efektif, seandainya semua manusia sadar akan mahalnya waktu pasti tidak akan ada manusia rela tidur di siang hari, duduk bersantai di kafe sambil minum kopi, ngobrol santai ngangkreng di warung-warung. semua pasti akan sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi dengan kita -pelajar/ mahasiswa di Universitas- apakah pantas kita menghambur-hambur waktu kita hanya untuk pekerjaan yang kurang bermanfaat.
Masihkah kita ingat hadist Rasullah swt yang artinya kurang lebih sedemikian, "Ingatlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara, yaitu: hidupmu sebelum matimu, masa mudamu sebelum masa tuamu, masa senggangmu sebelum masa sibukmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu dan masa kayamu sebelum miskinmu". So, pernahkah terpikir oleh kita, untuk apa waktu-waktu yang jalani? sudahkah kita menggunakan waktu kita sebaik mungkin? dan lain sebagainya.
"al waqtu as syaab huwa fatratun zamaniah dzahabiah" waktu muda adalah waktu keemasan untuk mempersiapkan masa selanjutnya. Jadi sebagaimana disinggung dalam hadist diatas, bahwa masa muda tidak akan kembali, so jangan sia-siakan masa mudamu. Apabila kita ingin mengetahui betapa berharganya waktu setahun, tanyakan kepada murid yang tidak naik kelas, betapa ia menyesal karena ia tidak lagi bersama kawan-kawannya yang sekarang lebih tinggi satu level darinya. Tanyakan kepada orang yang tertinggal pesawat, bagaimana ia menyesal karena pesawat yang ia pesan sudah terbang.
Penyesalan memang selalu datang di akhir, tidak akan ada penyesalan di permulaan. Apabila waktu sudah berlalu maka tidak bisa kita ulangi kembali. Waktumu adalah hidupmu. Sebenarnya manusia sudah diperingatkan bahwa ajal akan menjemputnya, yaitu: Setiap hari umur kita akan berkurang, kulitmu semakin mengeriput, rambutmu semakin memutih, pandanganmu semakin kabur dan pendengaranmu semakin tidak jelas, itulah petanda bahwa usiamu sudah bau tanah. Lantas apa yang akan kita perbuat apabila waktu sudah berlalu, hanya penyesalan yang ada.
Masa muda adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa tua. Seluruh orang tua pasti pernah mengalami masa muda, akan tetapi banyak dari mereka yang tidak memanfaatkan masa mudanya dengan efektif sehingga penyesalanlah yang terjadi. Masa muda adalah masa keemasan seseorang, apapun yang ia inginkan bisa dilaksanakan. Seandainya kita mampu meluangkan sedikit waktu kita untuk membaca, 1 jam saja untuk setiap hari, niscaya kita akan kaya ilmu. Kaya ilmu lebih mulia dari pada kaya harta, karena dengan ilmu kita bisa memperoleh harta, tapi dengan harta belum tentu kita mendapat ilmu. Maka gunakanlah waktumu seefesien mungkin, karena orang pintar adalah orang yang mampu menghargai waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi umat islam umumnya.



0 comments:
Posting Komentar