Jumat, 27 April 2012

Dibalik Peringatan Hari Kartini

R.A Kartini, perempuan kelahiran 21 April 1879 di Jepara itu dikenal dengan pejuang emansipasi wanita pribumi pada masanya, banyak usaha yang ia lakukan untuk memperjuangkan hak-hak para wanita pribumi untuk bangkit dan bebas dari belenggu perbudakan, karena ia melihat bahwa perempuan juga mempunyai hak yang sama dengan kaum lelaki. 

Kini ia memang telah tiada, namun ketiadaannya tidak membuat namanya terlupakan oleh generasi setelahnya, jasad boleh musnah tapi nama dan jasa tetap dikenang. Jerih payah yang dialami Kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita kini terbayar dengan emas, bahkan lebih dari itu, namanya harum, jasanya dikenang abadi, dan semangat pemikirannya terus melekat dalam jiwa rakyat indonesia. Begitulah jiwa para pahlawan dahulu, mereka rela berkorban dengan segala yang mereka miliki baik harta, tenaga bahwa nyawa sekalipun, mereka mampu melihat kemaslahatan jauh ke depan walaupun mereka sendiri tidak merasakan apa yang telah mereka korbankan. Berbeda dengan generasi sekarang, mereka bingung apa yang harus mereka dapat, apa yang harus mereka rasakan hari ini tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jauh ke depan. 

Peringatan Hari Kartini memang sering kita peringati, setiap tahun seluruh masyarakat indonesia memperingatinya dalam berbagai acara, baik formal atau non-formal, mulai dari acara Tv, radio, seminar, diskusi, bedah buku bahkan sampe potong tumpeng pun dilakukan, begitulah uniknya Indonesia. 

Memperingati suatu memontum historis memang ada baiknya yaitu untuk mengenang jasa-jasa yang telah diberikan demi kemajuan bangsa ini, namun yang lebih penting dari itu adalah menghidupkan kembali ruh perjuangan yang pernah melekat dalam jiwa para pahlawan kita, karena apabila ruh pengorbanan itu sudah mengalir dalam tubuh kita, maka kita akan terus memperjuangkan bangsa ini seperti perjuangan mereka untuk kemajuan bangsa walaupun kelak kita juga akan sama seperti mereka. 

Lantas dari kesekian kalinya kita memperingati hari Kartini sudah adakah sosok kartini baru yang memperjuangkan hak-hak wanita sekarang ini? Indonesia sangat membutuhkan kartini-kartini yang rela memperjuangkan hak dan martabat wanita, masih banyak wanita yang sekarang rela mengadu nasih ke luar negeri demi menghidupi keluarga walaupun harus rela mengalami pahit getirnya hidup di negara orang, masih banyak wanita-wanita yang terjepit hak-hak mereka, masih banyak wanita-wanita yang mengalami kekerasan. Siapa yang membela mereka sekarang?

Semoga peringatan hari Kartini dapat menjadi inspirasi para wanita indonesia untuk bangkit dan ikut serta dalam memajukan bangsa ini, tentunya tetap dalam bingkai kebersamaan dan dalam koridor tuntunan Agama. 
Wallahu a'lam.
Continue Reading...

Kamis, 19 April 2012

Kriteria Pemimpin Idaman (End)

2. Amanah
Rasulallah dijuluki sebagai Al-Amin yang berarti dapat dipercaya, karena dalam setiap tutur katanya beliau selalu jujur, dan apabila diberi amanah beliau selalu bisa menjaganya. Amanah terlahir karena kejujuran, orang yang jujur pasti amanah, karena amanah adalah buah dari jujur. Amanah dalam artian dapat menjaga apa yang dipercayakan kepadanya baik berbentuk harta, kesempatan, waktu dan kepercayaan. 

Apabila para pemimpin kita sadar akan penting sifat amanah pasti mereka tidak akan ada yang korup, memakan hak rakyat, menggunakan aset negara di luar kepentingan negara, karena pada dasarnya jabatan yang mereka sandang itu adalah amanah, amanah yang berbentuk kesempatan, kesempatan untuk memimpin sebuah negara untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Kalau ruh amanah sudah hilang dari jiwa mereka ya beginilah adanya. 

3. Tabligh 
Rasulullah diberikan sifat ini supaya beliau menyampaikan wahyu Allah kepada semua umatnya, tanpa ada kekurang dan kelebihan, karena sifat tabligh akan berakibat fatal kalau tidak didasari dengan dua sifat sebelumnya.

Tabligh yang berarti menyampaikan, dapat kita artikan menyampaikan aspirasi masyarakat, karena pada hakikatnya pemimpin itu adalah penyambung lidah, perantara suara masyarakat, pembawa misi masyarakat, bukan sebaliknya.

4. Fathanah (cerdas)
Dari ketiga sifat di atas seseorang  belumlah cukup untuk bisa menjadi pemimpin, karena orang yang jujur, amanah dan mampu menyampaikan tanpa kepadaian pasti akan susah untuk memecahkan problem yang akan ia hadapi dalam memimpin sebuah negara. 

Seorang pemimpin harus cerdas, pandai, tangkas, ulet dan lincah. Karena di pundaknya amanah, di tangannya keputusan dan di pikirannya terdapat ribuan masalah. Jikalau pemimpin tidak cerdas bagaimana mungkin ia akan bisa menyelesaikan solusi. Menjadi pemimpin untuk menyelesaikan masalah bukan menjadi masalah. 

Makanya jangan salahkan kalau negara ini makin terpuruk akibat para pemegang keputusan dari orang-orang yang tidak cerdas, banyak kursi DPR yang duduki oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, justru mereka yang pintar tidak mendapat perhatian dari negara, akibatnya banyak para ilmuan Indonesia yang pada kabur ke negara asing untuk bisa mengembangkan dan mengamalkan ilmunya. 

Apabila seseorang sudah memiliki 4 sifat tersebut, insyallah ia akan mampu untuk menjadi pemimpin, pemimpin yang dapat memperjuangkan rakyatnya, pemimpin yang membawa kemajuan negaranya, pemimpin yang selamat di dunia dan akhirat. 

Tulisan ini, hanya sebatas uneg-uneg dan suara batin pribadi yang selalu mengharapkan pemimpin seperti yang dicontohkan Rasullah Saw, karena sangat prihatin dengan kondisi negara kami, yang kian hari kian kacau, bak benang ruwet, sudah ruwet ditambah ruwet jadi tambah ruwet. Kalo dah kek gini mo diapain benangnya, mo dipakai jahit jelek dan diperbaikin susah, yang ada tinggal dibuang ke tong sampah.. he.he.he 
Wallahu a'lam. 
Continue Reading...

Rabu, 18 April 2012

Kriteria Pemimpin Idaman (Dua)

Memang benar tidak ada manusia yang sama persis dengan Rasullah Saw, tapi paling tidak kita selaku umatnya bisa mengikuti dan menerapkan sifat dan contoh yang telah ada dalam diri beliau. Karena sifat karakter manusia pada hakikatnya bisa dibentuk, makanya ada istilah "Alinsan ibn Biiatihi" manusia itu anak bagi lingkungannya, artinya lingkunganlah yang dapat membentuk pribadi manusia itu sendiri, karena salah satu kelebihan manusia adalah sifat yang elastis yang selalu bisa hidup fleksibel. 

Banyak orang baik karena didikan dari lingkungan yang baik, begitu pula banyak orang jahat yang timbul karena pengaruh dari lingkungan yang jahat pula, bahkan sangat banyak mantai santri yang menjadi preman lantaran kerasnya pengaruh lingkungan ia hidup. 

Lantas sifat apa saja yang bisa kita tiru dari Rasullah Saw untuk bisa menjadi pemimpin idaman? Disini akan kita bahas secara bertahap sesuai urutannya. 

Ada 4 sifat yang melekat pada diri Rasullah Saw bahkan para anbiya awwalin. Empat sifat ini yang kiranya dipraktikkan dalam diri manusia ia akan mampu menjadi pemimpin, apapun objek yang ia pimpin, baik pemimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara bahkan seluruh umat manusia seperti Rasullah Saw. Karena 4 sifat ini adalah modal utama bagi para pemimpin. 4 Sifat tersebut adalah Shidiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Mari kita bahas secara lebih mendetail. 

1. Shidiq (Jujur)
Kejujuran adalah modal utama bagi manusia untuk bisa mencapai kemuliaan dan kesejahteraan, orang jujur pasti akan selamat dan disukai manusia, bahkan Allah sangat mencintai orang yang jujur. Jujur dalam artian dia bisa berkata ini benar dan ini salah, jujur dalam menegakkan kebenaran dan menundukkan kemunkaran, karena sebagai pemimpin ia harus tau mana yang baik dan tidak bagi kemaslahatan orang yang ia pimpin. 

Sifat jujur adalah sifat yang sangat bisa didapati dan diterapkan pada diri setiap manusia tanpa memandang status sosialnya, baik kaya ataupun miskin, besar atas kecil, anak petani atau menteri sekalipun, makanya kejujuran menempati kretia pertama karena semua orang pasti bisa jujur tanpa harus memerlukan dana. Dari sini banyak kita lihat contoh para pemimpin jujur yang terlahir dari orang biasa. 

Dari sifat jujur ini lah akan terlahir sosok pemimpin yang mampu menegakkan kebenaran dan memberantas kemaksiatan, rakyat bisa hidup dengan makmur damai dan sentosa, karena mereka diberikan haknya walaupun harus melaksanakan kewajibannya. Banyak sekali negara yang hidup sejahtera lantadan pemimpinnya yang jujur. 

Kejujuran akan lahir apabila ada Iman, kekuatan iman yang akan menentukan kwalitas kejujuran, iman akan adanya allah yang selalu mengawasi gerak geriknya, iman akan adanya malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya, iman akan adanya hari hisab bagi amalnya. Dengan iman tersebut ia akan tau apa ganjaran bagi orang jujur dan pendusta dan ia akan jerah akan perbuatan yang nantinya menimbulkan azab baginya di akhirat kelak. 

Pemimpin jujur tidak akan korupsi, karena korupsi adalah simbol kemunafikan dan kebohongan. Korupsi pada hakikatnya terlahir karena tipisnya lapisan ozone iman dalam hatinya, ia merasa tidak ada yang tau, ia merasa ini nikmat karena dapat uang sebanyak mungkin dengan cepat. Padahal allah tidak akan luput dari perbuatan makhluknya sekalipun ia bersembunyi dalam lubang semut. 

Dari sifat jujur akan terlahir pula keadilan, keadilan adalah tiangnya negara dan kejujuran pondasinya, negara yang berdiri atas kejujuran dan keadilan akan menuai kemakmuran dan kesejahteraan. Pemimpin yang jujur pasti akan adil, adil dalam mengambil keputusan, bertindak dan berkata. Makanya sekarang sangat jarang kita dapati pemimpin, atau hakim yang adil karena kita sedang mengalami krisis kejujuran. padahal di tangan kanan merekalah ada kebenaran dan di tangan kiri merekalah ada kedustaan. 

Banyak rakyat kita yang mlarat, hidup sengsara karena imbas dari ketidak-adilan, imbas korupsi yang seharusnya masyarakat ikut mendapatkan dan merasakan haknya, tapi semua habis dilahap mereka. Wallahu 'alam.
Continue Reading...

Krisis Diplomasi Maroko-Algeria

Rabat. 
Setelah 40 tahun, kasus Polisario yang meracuni hubungan Maroko - Algeria kini gempar lagi, yaitu setelah prosesi pemakaman presiden pertama Algeria Ahmad bin Ballah pada 13 April lalu, pasalnya rombongan Maroko yang hadir pada prosesi tersebut geram dengan prilaku Muhammad bin Abdul Aziz sebagai presiden Algeria yang mengundang dan memberikan tempat tokoh Polisario di barisan pemimpin negara undangan. Hal ini yang memicu rombongan Maroko beranjak dari prosesi, padahal momen tersebut, sangat memungkinkan bagi kedua belah pihak untuk memperbaiki hubungan diplomasi, dalam hal ini kasus Polisario. 

Menurut kantor berita setempat, rombongan Maroko yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abdel Ilah bin Kiran yang didampingi oleh Penasehat Raja Thayib alFasi alFahri dan mantan Perdana Menteri Abdurrahman Yusufi, meninggal prosesi setelah melihat hadirnya protokoler tokoh Polisario tepat setelah sholat jenazah. 

Padahal hubungan kedua belah negara tersebut semakin membaik setelah kunjungan diplomasi Menteri Luar Negeri Sa'adudin 'Ustmani, tapi justru tindakan Presiden Abdul Aziz sendiri yang tidak mengelokkan usaha tersebut. 

Dari pernyataan Menteri Telekomunikasi Mustafha Lufti ke surat kabar Alquds Arabi, beliau mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak menghalangi usaha perbaikan hubungan Maroko - Algeria. 
Continue Reading...
 

Suara As-Sabil Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template

backtotop