Minggu, 21 Maret 2010

Belajar dari pengalaman

Hari kemaren adalah kenangan yang mungkin bisa menjadi sejarah, hari ini adalah gambaran hari esok yang menjadi cita-cita, dan hari esok adalah impian yang masih misterius.

Kenangan akan selalu dikenang dan diingat, baik itu yang indah atau yang buruk sekali pun. Kenangan yang indah diingat karena ingin bisa terulang kembali, dan kenangan yang buruk diingat supaya tidak terulang lagi, cukuplah kita belajar dari pengalaman yang menjadi kenangan.


Di sela-sela kesenangan menikmati indahnya alam terbuka, daun pohon cemara yang hijau dilapisi butiran putih kecil, lembut dan dingin -salju-, masih terdapat sepercik dosa, keangkuhan dan fitrah manusia yang tidak bisa terlepas dari jiwa-jiwa kotor yaitu kebohongan.

Mula-mula kau tawarkan jasamu dengan penuh harap dan melas, sehingga hati yang pertama menolak tawaranmu dengan keras akhirnya luluh kasihan karena melihat nasibmu yang tidak menentu. Tapi kenapa rasa belas kasihanku kau balas dengan kebohongan dan penipuan, seakan-akan segelas air susu kau balas dengan air racun, sungguh nggak habis pikir. Mungkin kondisi yang sedemikian ini kau manfaatkan untuk meraih untung sebesar mungkin atau mungkin karena kualitas keimananmu yang lemah, atau boleh jadi ini sudah menjadi tabiatmu bagi setiap pengunjung asing.

Ini adalah sebuah pengalaman yang sering ditemui oleh pengunjung tempat-tempat wisata, dimana akan ada penjual jasa baik itu berupa menawarkan kuda untuk keliling menikmati alam atau ada juga yang menawarkan jasa lainnya.

Sebagai pengunjung baru hendaknya kita bisa menjaga diri dan selalu waspada apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Seperti penjual jasa kuda yang selalu memaksa kita untuk menyewa kudanya dengan harga murah, tapi setelah selesai kita menyewa kudanya ternyata ia meminta harga kuda dengan harga yang terlalu mahal karena mereka melihat kita orang asing yang pasti memiliki uang banyak. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa yang telah mereka perbuat dan menunjukkan mereka ke jalanNya yang terang nan lurus. Amin.
















0 comments:

Posting Komentar

 

Suara As-Sabil Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template

backtotop