
Nah, sahabat-sahabat bloger yang selalu enjoy ngeblog, sekarang ni putrasenjamu akan berbagi sedikit experience tentang penyakit Hepatitis. Ya walaupun tidak sedetail pelajaran di kampus tapi paling tidak bisa menambah sedikit pembendaharaan wawasan kita tentang kesehatan.
Ok, sebelumnya saya akan sedikit cerita mengenai penyakit yang satu ini. Apabila dilihat dari luar (keadaan fisik kita) orang yang terkena hepatitis ini mirip dengan orang yang terkena gejala tipes. Pertama: tubuh akan terasa panas ketika sore –mulai setelah ashar sampai malam- dan dipagi harinya kondisi tubuh akan pulih kembali.
Kedua: yang namanya orang sakit pasti akan merasakan nafsu makan berkurang bahkan lidah terasa pahit ketika menyentuk makanan, apapun jenisnya. Nah disinilah nggak enaknya orang sakit, dari jenis apapun makanan yang ada dihadapan kita pasti semua akan pahit rasanya, jadi yang beruntung ya teman atau adik kita, kok bisa? Ya ialah kan makanannya dia yang makan. Nanti gentian kalau dia yang sakit kita yang makan ..he.he.he . Terus yang lain mungkin dokter nanti yang jelaskan lebih detail. Begitu pengalaman saya ketika terkena penyakit hepatitis, syukur Alhamdulillah saya terkena hepatitis A yang kadar bahayanya lebih rendah dari hepatitis lainnya.
Baiklah para bloger mania, apakah hepatitis itu menular? Berikut sedikit pengetahuan tentang hepatitis B khususnya yang saya cuplik dari majalah Femina, semoga bermanfaat khususnya bagi kaum hawa.
Pertanyaan:
Saya (27) baru menikah setahun lalu dan kini sedang hamil 4 bulan. Bulan lalu saya melakukan tes darah. Dari hasil pemeriksaan terlihat bahwa saya positif mengidap hepatitits B, tetapi masih mempunyai antibody (anti HBsAg). Apakah saya bisa melakukan pengobatan, walau sedang hamil? Apa akibat yang mungkin terjadi pada janin dalam kandungan saya? Jenis perawatan apa yang sebaiknya saya lakukan?
Jawaban:
Ditemukannya HBsAg dalam darah anda mengindikasikan bahwa masih ada virus hepatitis B yang aktif di dalam tubuh anda. Itu berarti anda masih mempunyai potensi untuk menularkan virus tersebut pada orang lain, termasuk pada janin di dalam kandungan. Virus hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh (air liur, cairan vagina, atau sperma).
Bagi anda sendiri, saat ini tidak banyak upaya pengobatan yang dapat dilakukan karena kelihatnnya infeksi di tubuh anda seudah berlangsung lama (kronis) dan bukan jenis infeksi dalam kategori akut.
Yang dapat saya antukan adalah menjga kondisi tubuh sebaik mungkin. Perhatikan dan penuhi segala kebutuhan zat gizi yang terdari dari kalori, protein, dan zat-zat lain;. Jika perlu, konsumsilah suplemen vitamin yang diperuntukkan bagi orang hamil sesuai anjuran dokter pribadi anda. Jika ada jenis pemeriksaan tambahan ang perlu dilakukan, tentunya dokter anda sudah melakukannya segera setlah menerima hasil tes darah anda.
Untuk anak anda, saya menganjurkan untuk segera diberikan baksinasi hepatitis B segera setelah ia lahir. Suami anda pun perlu melakukan tes darah untuk mengetahui apakah ia juga tertular.
Sumber: Majalah Femina.



0 comments:
Posting Komentar