Rabu, 18 April 2012

Krisis Diplomasi Maroko-Algeria

Rabat. 
Setelah 40 tahun, kasus Polisario yang meracuni hubungan Maroko - Algeria kini gempar lagi, yaitu setelah prosesi pemakaman presiden pertama Algeria Ahmad bin Ballah pada 13 April lalu, pasalnya rombongan Maroko yang hadir pada prosesi tersebut geram dengan prilaku Muhammad bin Abdul Aziz sebagai presiden Algeria yang mengundang dan memberikan tempat tokoh Polisario di barisan pemimpin negara undangan. Hal ini yang memicu rombongan Maroko beranjak dari prosesi, padahal momen tersebut, sangat memungkinkan bagi kedua belah pihak untuk memperbaiki hubungan diplomasi, dalam hal ini kasus Polisario. 

Menurut kantor berita setempat, rombongan Maroko yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abdel Ilah bin Kiran yang didampingi oleh Penasehat Raja Thayib alFasi alFahri dan mantan Perdana Menteri Abdurrahman Yusufi, meninggal prosesi setelah melihat hadirnya protokoler tokoh Polisario tepat setelah sholat jenazah. 

Padahal hubungan kedua belah negara tersebut semakin membaik setelah kunjungan diplomasi Menteri Luar Negeri Sa'adudin 'Ustmani, tapi justru tindakan Presiden Abdul Aziz sendiri yang tidak mengelokkan usaha tersebut. 

Dari pernyataan Menteri Telekomunikasi Mustafha Lufti ke surat kabar Alquds Arabi, beliau mengatakan bahwa kejadian tersebut tidak menghalangi usaha perbaikan hubungan Maroko - Algeria. 

0 comments:

Posting Komentar

 

Suara As-Sabil Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template

backtotop