Rabat, Thariq Benhada
Stasiun televisi internasional Qatar yang sering diminati oleh para penggemar berita khususnya mengenai perkembangan politik dan informasi Timur Tengah khususnya dan Negara-negara di Dunia umumnya kini telah mendapat lampu hijau izin siaran di Maroko.
Setelah kurang lebih dua tahun Stasiun Televisi Al-Jazeera diberhentikan beroperasi di Maroko sejak tahun 2010, kini akan dibuka kembali secara bertahap dalam waktu singkat, sebagaimana disampaikan Menteri Komunikasi Mustafha Khalfi pada surat kabar online Hespress (Sabtu, 14 April 2012).
Disebutkan bahwa Kementerian Komunikasi Maroko menerima proposal permohon dari Stasiun Televisi Qatar perihal izin siaran yang mana hingga saat ini berkas tersebut masih dalam proses dan akan tetap berlanjut untuk menyesuaikan dengan UU baru yang memperbolehkan keterbukaan dan kebebasan pers.
Dan terkait dengan dibukanya kembali izin siaran Al-Jazeera di Maroko, Mustafha Khalfi menegaskan bahwa proses tersebut akan ditindaklanjuti secara bertahap dan sesuai dengan prosedur hukum yang sedang berlaku di Maroko. Dalam hal ini untuk menjaga kestabilan politik dan kebebasan pers dalam menyebar luaskan berita ke masyarakat luas.
Sebenarnya pemerintah Maroko telah mencabut izin siaran stasiun ini sejak 6 Mei 2008 yang beroprasi setiap hari Selasa di Rabat tanpa alasan yang pasti, kemudian disahkan pencabutan izin siaran tersebut pada Oktober 2010 dengan dibubarkannya kantor dan seluruh aset milik statiun Tv oleh Menteri Komunikasi yang saat itu dijabat oleh Kholid Nashiri, "Stasiun tv al-Jazeera tidak diperbolehkan beroperasi di Maroko kecuali jika tidak meresahkan lagi masyarakat maroko" tegasnya ketika menilai al-Jazeera tidak lagi berfungsi sebagai media informasi, karena hingga saat ini banyak hal dan isu yang direkayasa oleh stasiun televisi tersebut karena terdapat campur tangan pihak-pihak tertentu.




0 comments:
Posting Komentar