Sebuah kejadian yang berlalu hanya bisa menjadi sejarah, sejarah yang hanya bisa dikenang dengan cerita, kejadian yang terjadi dengan menakutkan dan mengerikan kini menjadi dongeng pengantar tidur yang asyik bagi sang buah hati.
Tenggelamnya kapal raksasa Titanic kemaren 14 April genap satu abad, peringatan tenggelamnya kapal Titanic lebih bermakna jikalau kita bisa memetik nilai-nilai positif dari kejadian tersebut.
Tercatat dalam sejarah bahwa Titanic yang berarti sang raksasa yang kokoh berlayar untuk pertama kalinya dari Inggris pada tanggal 10 April 1912 menuju Amerika Serikat, lambaian tangan dan jerit para perempuan mengiringi pelepasan kapal dari pelabuhan, sebenarnya itu salam perpisahan yang tak mereka sadari, terutama para penumpang lantai dua, tiga dan empat, hanya sekitar 700 orang yang selamat dari lantai tersebut. Dan tepat pada 14 april Titanic tenggelam.
Dengan bentuknya yang sangat besar dan mewah, membuat para awak kapal lupa akan kebesaran penciptanya, rasa sombong mulai menguasai pikiran dan hati mereka, dengan rasa bangga salah seorang awak mengatakan: “Langit pun tidak akan mampu menenggelamkannya”, makanya setelah tenggalamnya kapal tersebut banyak orang mengaitkan kejadian itu karena kutukan langit atas kesombongan awak kapal.
Kini Titanic masih menyimpan ribuan misteri, sebab apa Titanic tenggelam, karena banyak orang yang sibuk hanya membicarakan kebesaran dan kemegahan Titanic tapi lupa nilai pelajaran apa yang bisa diambil. Manusia sebatas tau Titanic tenggelam karena menabrak gunung es hingga terbelah menjadi dua dan menewaskan kurang lebih 1517 jiwa.
Namun ternyata lebih dari itu, Titanic memang sudah didesign secanggih mungkin, mampu menerjang ombak besar, kapal laut super raksasa dengan 4 lantai lengkap dengan diskotik,bioskop dan ruang pesta yang mewah layaknya induk kapal pesiar. Tapi secanggih apapun buatan manusia masih sangat jauh dengan ciptaan Allah, bak butir pasir di padang pasir.
Setelah usut boleh usut ternyata tenggalamnya Titanic dikarenakan proses alam, karena saat itu letak matahari dan bulan sedang mendekati bumi sehingga menimbulkan pasang air yang begitu dahsyat hingga akhirnya membeku dan membentuk gunung es, kejadian ini menurut surat kabar alayame Maroko terjadi pada bulan Januari 3 bulan sebelum kejadian tenggelamnya Titanic.
Dari proses alam tersebut lahirlah kuncupan-kuncupan es yang menonjol dan tajam, sehingga ketika Titanic menyenggol gunung es tersebut secara langsung menjatuhkan bongkahan es sehigga membelah titanic menjadi dua bagian. Kejadian ini membuat perusahaan yang memprakarsai pembuatan Titanic geleng kepala, lagi-lagi Amerika yang selalu punya nama, Titanic dibuat oleh perusahaan kapal laut Amerika pada bulan Mars 1909.
Hal ini membuktikan betapa lemahnya manusia di hadapan penciptanya, bagaimana mungkin bisa, manusia yang hanya bisa membuat Titanic akan sombong di hadapan Allah sang pencipta alam semesta beserta isinya. “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”




0 comments:
Posting Komentar