R.A Kartini, perempuan kelahiran 21 April 1879 di Jepara itu dikenal dengan pejuang emansipasi wanita pribumi pada masanya, banyak usaha yang ia lakukan untuk memperjuangkan hak-hak para wanita pribumi untuk bangkit dan bebas dari belenggu perbudakan, karena ia melihat bahwa perempuan juga mempunyai hak yang sama dengan kaum lelaki.
Kini ia memang telah tiada, namun ketiadaannya tidak membuat namanya terlupakan oleh generasi setelahnya, jasad boleh musnah tapi nama dan jasa tetap dikenang. Jerih payah yang dialami Kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita kini terbayar dengan emas, bahkan lebih dari itu, namanya harum, jasanya dikenang abadi, dan semangat pemikirannya terus melekat dalam jiwa rakyat indonesia. Begitulah jiwa para pahlawan dahulu, mereka rela berkorban dengan segala yang mereka miliki baik harta, tenaga bahwa nyawa sekalipun, mereka mampu melihat kemaslahatan jauh ke depan walaupun mereka sendiri tidak merasakan apa yang telah mereka korbankan. Berbeda dengan generasi sekarang, mereka bingung apa yang harus mereka dapat, apa yang harus mereka rasakan hari ini tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jauh ke depan.
Peringatan Hari Kartini memang sering kita peringati, setiap tahun seluruh masyarakat indonesia memperingatinya dalam berbagai acara, baik formal atau non-formal, mulai dari acara Tv, radio, seminar, diskusi, bedah buku bahkan sampe potong tumpeng pun dilakukan, begitulah uniknya Indonesia.
Memperingati suatu memontum historis memang ada baiknya yaitu untuk mengenang jasa-jasa yang telah diberikan demi kemajuan bangsa ini, namun yang lebih penting dari itu adalah menghidupkan kembali ruh perjuangan yang pernah melekat dalam jiwa para pahlawan kita, karena apabila ruh pengorbanan itu sudah mengalir dalam tubuh kita, maka kita akan terus memperjuangkan bangsa ini seperti perjuangan mereka untuk kemajuan bangsa walaupun kelak kita juga akan sama seperti mereka.
Lantas dari kesekian kalinya kita memperingati hari Kartini sudah adakah sosok kartini baru yang memperjuangkan hak-hak wanita sekarang ini? Indonesia sangat membutuhkan kartini-kartini yang rela memperjuangkan hak dan martabat wanita, masih banyak wanita yang sekarang rela mengadu nasih ke luar negeri demi menghidupi keluarga walaupun harus rela mengalami pahit getirnya hidup di negara orang, masih banyak wanita-wanita yang terjepit hak-hak mereka, masih banyak wanita-wanita yang mengalami kekerasan. Siapa yang membela mereka sekarang?
Semoga peringatan hari Kartini dapat menjadi inspirasi para wanita indonesia untuk bangkit dan ikut serta dalam memajukan bangsa ini, tentunya tetap dalam bingkai kebersamaan dan dalam koridor tuntunan Agama.
Wallahu a'lam.




0 comments:
Posting Komentar